Langsung ke konten utama

Keberanian Menempuh Resiko


"Semua mimpi kita dapat menjadi
kenyataan, jika kita punya keberanian
untuk mewujudkannya" - Walt Disney
Dear lover friend yang pemberani,
Banyak orang yang ingin sukses, tapi
hanya sedikit yang berani mengambil
risiko.
Larry Osborne pernah mengatakan
bahwa, "Hal paling mencengangkan dari
para pemimpin yang paling efektif
adalah betapa sedikitnya persamaan
dalam diri mereka. Tetapi ada satu
sifat menonjol yang mudah dikenali
yaitu kesediaan mereka menempuh
risiko."
Rasa takut akan membatasi seseorang.
"Hasrat untuk merasa aman menghambat
setiap usaha yang besar dan mulia,
sedangkan keberanian memberi pengaruh
sebaliknya," demikian kata Tacitus,
sejarahwan Romawi.
Keberanian akan membuka pintu pada
hal yang paling bermanfaat.
Keberanian bukan saja memberikan
permulaan yang baik, tetapi juga masa
depan yang lebih baik.
Ironisnya, tidak semua orang memiliki
keberanian untuk mengambil risiko.
Orang yang memiliki keberanian
sebenarnya juga mengalami ketakutan
yang sama besarnya dalam hidup
mereka. Satu-satunya perbedaan adalah
orang yang berani tidak memberi
peluang untuk mengkhawatirkan hal-hal
yang remeh.
Eleanor Roosevelt menegaskan, "Anda
mendapatkan kekuatan, keberanian dan
keyakinan dalam setiap pengalaman,
ketika Anda mulai benar-benar
berhenti merasa takut."
friend, katakanlah pada diri Anda,
"Saya telah berhasil mengatasi
ketakutan ini. Saya pasti mampu
menghadapi ketakutan berikutnya."
Kerjakanlah hal yang Anda sangka
tidak dapat Anda kerjakan dan lakukan
sesuatu yang selama ini Anda takuti
mulai hari ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semua orang punya mimpi

"Semua mimpi kita dapat terwujud, asalkan kita punya keberanian untuk mewujudkannya"   - Walt Disney Dear   SAHABAT , Semua orang diciptakan istimewa oleh Tuhan dengan bakatnya masing-masing. Tapi terkadang mereka terhalang oleh pikirannya sendiri dalam mengembangkannya. Zig Ziglar, motivator dunia mengkategorikan orang-orang  yang tidak mengembangkan bakatnya ke dalam 4 golongan. Orang pertama adalah   yang menyangkal dirinya memiliki bakat . " Ah, saya tidak punya bakat apa-apa " sangkalnya. Ia merasa tidak perlu berbuat sesuatu atau berkontribusi bagi orang lain atau kehidupan umat manusia. Orang kedua   suka menunda-nunda . " Saya memang punya bakat. Tapi, tidak sekarang mengembangkannya. Mungkin besok, lusa atau nanti sajalah " begitu alasannya. Orang ketiga adalah   yang merasa takut . " Sebetulnya saya ingin mengembangkan bakat saya. Tapi takut gagal, daripada saya ditertawakan ...

BELAJAR DARI LUKA UNTUK MEMAKNAI PERJUANGAN

“Ambillah risiko yang lebih besar dari apa yang dipikirkan orang lain aman. Berilah perhatian lebih dari apa yang orang lain pikir bijak. Bermimpilah lebih dari apa yang orang lain pikir masuk akal” - Claude T. Bissell “Risk more than other think is safe. Care more than other think is wise. Dream more than other think is practical. Expect more than other think is possible” - Claude T. Bissell Dear, Friend, Terkadang masalah sering datang terus menerus dalam kehidupan anda akan tetapi inilah proses kehidupan yang kamu harus jalani Pilihan untuk menghindar tidak akan menyelesaikan masalah Tapi kuatlah dirimu dan hadapi masalah itu Karena yakinlah TUHAN menciptakan kita pasti ada maksud  Dan Rencana Tuhan selalu indah dan memiliki tujuan bagi CiptaaNYA Anugrah yang diberikan oleh TUHAN lewat talenta, akhlak dan hikmat hanya perbuatan kita yang tercela sehingga tidak mensyukuri Anugrah pemberian TUHAN Roda kehidupan ini berputar, begitu juga nasib seseorang k...

Perkembangan Pribadi Di Tempat Kerja

Latest Article 24 April 2015 Dalam sebuah survey yang dilakukan oleh sebuah lembaga kajian non profit, ditemukan bahwa hampir separuh responden (49 persen) kurang percaya dengan DPR dalam menjalankan fungsi dan tugas pokoknya sebagai lembaga legislatif. Hanya 23 persen dari 1200 responden yang masih mempercayai DPR. Bagaimana bisa rakyat mempercayai para wakilnya yang menggebrak meja, adu jotos di ruang diskusi, ketika  mereka gagal mendapatkan apa yang mereka inginkan, sementara gagal menyampaikan argumentasinya dalam struktur yang jelas dan meyakinkan.  Rupanya posisi, jabatan, penampilan maupun tingkat pendidikan seseorang bukanlah jaminan kemampuannya untuk tampil sebagai pribadi yang dewasa. Betapa sering kita melihat atasan di tempat kerja yang bersikap layaknya anak berusia 10 tahun yang hanya berfokus pada kesejahteraannya sendiri, senang mendapat perhatian lebih, menuruti kehendaknya sendiri, namun merengut ketika keinginannya tidak terca...