Langsung ke konten utama

Kekuatan Mimpimu, Kenyataan Hidupmu


"Masa depan adalah milik siapa yang
percaya pada keindahan mimpi mereka"
Dear FRIEND
Mimpi bukanlah milik orang-orang
besar saja atau orang-orang yang Anda
anggap sudah ditakdirkan sukses.
Mimpi bisa diraih siapa saja. Dimulai
dari terwujudnya sebuah mimpi kecil.
Anda pun menjadi percaya, mimpi besar
pun dapat Anda raih. Semuanya dimulai
dari keberanian bermimpi dan
mempercayai mimpi.
Seperti seorang teman, ia sebenarnya
karyawan biasa yang sudah lama
memimpikan pergi ke Italy, karena ia
adalah fans tim sepakbola Italy dan
makanan Italy.
Jika dihitung secara matematis,
gajinya tidak mencukupi untuk
membayar tiket pesawat dan akomodasi
di sana. Tabungannya juga tidak cukup
sebagai jaminan untuk keluarnya visa
dari kedutaan Italy. Tapi inilah
kekuatan mimpi.
Siapa sangka, seorang kenalannya
tahun lalu mengajak ia menjadi
seorang pembimbing summer camp
anak-anak Indonesia di musim liburan
ini. Negaranya boleh ia pilih
sendiri. Dan tentu saja,negara
pilihan pertamanya adalah Italy.
Setelah melalui proses wawancara dan
menunggu selama 1 tahun karena
penuhnya posisi tersebut, ia pun
diterima sebagai pembimbing. Ia pun
terbang dan tinggal selama 1 bulan di
Italy, tanpa perlu mengeluarkan
biaya, malah mendapatkan uang saku!
FRIEND, percayalah pada kekuatan mimpi.
Kalau mimpi Anda saat ini belum
terwujud, jangan menyerah! Segila
apapun itu, tetaplah percaya mimpi
Anda pasti akan menjadi kenyataan,
cepat atau lambat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semua orang punya mimpi

"Semua mimpi kita dapat terwujud, asalkan kita punya keberanian untuk mewujudkannya"   - Walt Disney Dear   SAHABAT , Semua orang diciptakan istimewa oleh Tuhan dengan bakatnya masing-masing. Tapi terkadang mereka terhalang oleh pikirannya sendiri dalam mengembangkannya. Zig Ziglar, motivator dunia mengkategorikan orang-orang  yang tidak mengembangkan bakatnya ke dalam 4 golongan. Orang pertama adalah   yang menyangkal dirinya memiliki bakat . " Ah, saya tidak punya bakat apa-apa " sangkalnya. Ia merasa tidak perlu berbuat sesuatu atau berkontribusi bagi orang lain atau kehidupan umat manusia. Orang kedua   suka menunda-nunda . " Saya memang punya bakat. Tapi, tidak sekarang mengembangkannya. Mungkin besok, lusa atau nanti sajalah " begitu alasannya. Orang ketiga adalah   yang merasa takut . " Sebetulnya saya ingin mengembangkan bakat saya. Tapi takut gagal, daripada saya ditertawakan ...

BELAJAR DARI LUKA UNTUK MEMAKNAI PERJUANGAN

“Ambillah risiko yang lebih besar dari apa yang dipikirkan orang lain aman. Berilah perhatian lebih dari apa yang orang lain pikir bijak. Bermimpilah lebih dari apa yang orang lain pikir masuk akal” - Claude T. Bissell “Risk more than other think is safe. Care more than other think is wise. Dream more than other think is practical. Expect more than other think is possible” - Claude T. Bissell Dear, Friend, Terkadang masalah sering datang terus menerus dalam kehidupan anda akan tetapi inilah proses kehidupan yang kamu harus jalani Pilihan untuk menghindar tidak akan menyelesaikan masalah Tapi kuatlah dirimu dan hadapi masalah itu Karena yakinlah TUHAN menciptakan kita pasti ada maksud  Dan Rencana Tuhan selalu indah dan memiliki tujuan bagi CiptaaNYA Anugrah yang diberikan oleh TUHAN lewat talenta, akhlak dan hikmat hanya perbuatan kita yang tercela sehingga tidak mensyukuri Anugrah pemberian TUHAN Roda kehidupan ini berputar, begitu juga nasib seseorang k...

Perkembangan Pribadi Di Tempat Kerja

Latest Article 24 April 2015 Dalam sebuah survey yang dilakukan oleh sebuah lembaga kajian non profit, ditemukan bahwa hampir separuh responden (49 persen) kurang percaya dengan DPR dalam menjalankan fungsi dan tugas pokoknya sebagai lembaga legislatif. Hanya 23 persen dari 1200 responden yang masih mempercayai DPR. Bagaimana bisa rakyat mempercayai para wakilnya yang menggebrak meja, adu jotos di ruang diskusi, ketika  mereka gagal mendapatkan apa yang mereka inginkan, sementara gagal menyampaikan argumentasinya dalam struktur yang jelas dan meyakinkan.  Rupanya posisi, jabatan, penampilan maupun tingkat pendidikan seseorang bukanlah jaminan kemampuannya untuk tampil sebagai pribadi yang dewasa. Betapa sering kita melihat atasan di tempat kerja yang bersikap layaknya anak berusia 10 tahun yang hanya berfokus pada kesejahteraannya sendiri, senang mendapat perhatian lebih, menuruti kehendaknya sendiri, namun merengut ketika keinginannya tidak terca...