Langsung ke konten utama

Fokus Pada Tujuan


"Salah satu alasan begitu sedikit
orang yang meraih apa yang
diinginkannya adalah karena kita
tidak pernah fokus; kita tidak pernah
konsentrasi pada kekuatan kita.
Kebanyakan orang hanya mencoba-coba
berbagai macam jalan dalam hidup
mereka. Mereka tidak pernah
memutuskan untuk menguasai suatu
bidang khusus" -  Tony Robbins
Dear Friends,
Masih ingatkah Anda percobaan
membakar sebuah kertas dengan kaca
pembesar ketika masih sekolah dulu?
Kertas itu terbakar setelah kaca
pembesar berhasil memfokuskan sinar
matahari pada satu titik.
Kita pun demikian!
Manusia sebenarnya diciptakan Tuhan
dengan potensi yang tidak terbatas.
Tapi kenyataannya, sedikit saja orang
yang berusaha mencapainya. Kita
memang dapat melakukan apa saja,
tetapi kita tidak selalu dapat
mengerjakan semua.
Membiarkan orang lain memutuskan
agenda friend dalam hidup ini, membuat
teman - teman tidak  fokus pada tujuan hidup.
Nando mungkin bisa menjadi orang yang
mengerjakan banyak hal, tetapi tidak
dapat menguasai sepenuhnya.
Sebaiknya hindari menjadi orang yang
mampu mengerjakan beberapa pekerjaan,
tetapi fokuslah pada satu keahlian.
Friends, bertumbuhlah untuk mencapai
potensi maksimal dengan cara:
   



  •   Fokus pada satu sasaran utama

       
  •   Fokus pada peningkatan yang
           berkesinambungan

       
  •   Fokus pada masa depan, bukan
           masa laluFokus pada kekuatanmu dan kembangkan
    kekuatan itu. Di sanalah Anda harus
    mencurahkan waktu, energi dan sumber
    daya Anda. Teruslah bertumbuh dan
    tingkatkan diri.
  • Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    Semua orang punya mimpi

    "Semua mimpi kita dapat terwujud, asalkan kita punya keberanian untuk mewujudkannya"   - Walt Disney Dear   SAHABAT , Semua orang diciptakan istimewa oleh Tuhan dengan bakatnya masing-masing. Tapi terkadang mereka terhalang oleh pikirannya sendiri dalam mengembangkannya. Zig Ziglar, motivator dunia mengkategorikan orang-orang  yang tidak mengembangkan bakatnya ke dalam 4 golongan. Orang pertama adalah   yang menyangkal dirinya memiliki bakat . " Ah, saya tidak punya bakat apa-apa " sangkalnya. Ia merasa tidak perlu berbuat sesuatu atau berkontribusi bagi orang lain atau kehidupan umat manusia. Orang kedua   suka menunda-nunda . " Saya memang punya bakat. Tapi, tidak sekarang mengembangkannya. Mungkin besok, lusa atau nanti sajalah " begitu alasannya. Orang ketiga adalah   yang merasa takut . " Sebetulnya saya ingin mengembangkan bakat saya. Tapi takut gagal, daripada saya ditertawakan ...

    BELAJAR DARI LUKA UNTUK MEMAKNAI PERJUANGAN

    “Ambillah risiko yang lebih besar dari apa yang dipikirkan orang lain aman. Berilah perhatian lebih dari apa yang orang lain pikir bijak. Bermimpilah lebih dari apa yang orang lain pikir masuk akal” - Claude T. Bissell “Risk more than other think is safe. Care more than other think is wise. Dream more than other think is practical. Expect more than other think is possible” - Claude T. Bissell Dear, Friend, Terkadang masalah sering datang terus menerus dalam kehidupan anda akan tetapi inilah proses kehidupan yang kamu harus jalani Pilihan untuk menghindar tidak akan menyelesaikan masalah Tapi kuatlah dirimu dan hadapi masalah itu Karena yakinlah TUHAN menciptakan kita pasti ada maksud  Dan Rencana Tuhan selalu indah dan memiliki tujuan bagi CiptaaNYA Anugrah yang diberikan oleh TUHAN lewat talenta, akhlak dan hikmat hanya perbuatan kita yang tercela sehingga tidak mensyukuri Anugrah pemberian TUHAN Roda kehidupan ini berputar, begitu juga nasib seseorang k...

    Perkembangan Pribadi Di Tempat Kerja

    Latest Article 24 April 2015 Dalam sebuah survey yang dilakukan oleh sebuah lembaga kajian non profit, ditemukan bahwa hampir separuh responden (49 persen) kurang percaya dengan DPR dalam menjalankan fungsi dan tugas pokoknya sebagai lembaga legislatif. Hanya 23 persen dari 1200 responden yang masih mempercayai DPR. Bagaimana bisa rakyat mempercayai para wakilnya yang menggebrak meja, adu jotos di ruang diskusi, ketika  mereka gagal mendapatkan apa yang mereka inginkan, sementara gagal menyampaikan argumentasinya dalam struktur yang jelas dan meyakinkan.  Rupanya posisi, jabatan, penampilan maupun tingkat pendidikan seseorang bukanlah jaminan kemampuannya untuk tampil sebagai pribadi yang dewasa. Betapa sering kita melihat atasan di tempat kerja yang bersikap layaknya anak berusia 10 tahun yang hanya berfokus pada kesejahteraannya sendiri, senang mendapat perhatian lebih, menuruti kehendaknya sendiri, namun merengut ketika keinginannya tidak terca...